Perlukah Wirausaha Digital?

wirausaha digital

Saat ini, teknologi telah berkembang pesat. Dimana separuh atau lebih dari kegiatan di masa kini pasti bersentuhan langsung dengan teknologi, yaitu secara digital. Begitupun dengan kegiatan ekonomi yang sudah memasuki era revolusi industri 4.0. Diantara sektor kegiatan ekonomi yang ada, seringnya kita akan membagi ke dalam industri besar dan industri kecil. Industri besar diantaranya adalah pada level besar seperti PT. Sementara itu contoh industri kecil yang sedang banyak pada masa ini diantaranya adalah Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).

Digitalisasi dalam kegiatan ekonomi membawa daya saing yang lebih ketat. Oleh karena itu, baik industri besar maupun industri kecil kini semuanya mengandalkan teknologi. Hal ini disebabkan oleh prospek yang dihasilkan dari pemanfaatan teknologi itu sendiri. Dengan adanya digitalisasi, tingkat efektif dan efisien dari sebuah proses usaha menjadi lebih tinggi. Semakin tinggi tingkat efektif dan efisien yang ada, maka semakin besar juga kepuasan pelanggan dapat tercapai. Mengapa tingkat efektif dan efisien ini dapat memengaruhi kepuasan pelanggan? Seperti yang kita pahami bahwa tanda sebuah proses usaha dikatakan efektif dan efiesien adalah kecepatan, ketepatan, hemat, dan juga memiliki output yang sesuai standar. Dan dari semua itu, produk yang akan diterima oleh pelanggan akan menjadi lebih cepat dan baik. Sehingga tercapailah kepuasan pelanggan tersebut.

Dengan adanya kemudahan dalam proses usaha berkat digitalisasi itu. Sudah banyak orang yang menjadi lebih berani untuk berwirausaha secara digital (wirausaha digital). Apa itu wirausaha digital? Wirausaha sendiri memiliki arti, seseorang dengan kreativitas dan inovasi yang melakukan pengorganisasian, pengelolaan, dan keberanian dalam menghadapi segala resiko untuk membuat sebuah kegiatan usaha baru. Sementara digital secara singkat berarti memanfaatkan teknologi atau dengan teknologi. Jadi, wirausaha digital adalah seseorang yang memiliki kreativitas serta inovasi kemudian melakukan pengorganisasian, pengelolaan, dan keberanian dalam menghadapi segala resiko untuk membuat sebuah kegiatan usaha baru yang memanfaatkan kebaikan teknologi dalam usahanya. Atau singkatnya, wirausaha digital adalah sebuah kegiatan usaha yang dalam proses usahanya memanfaatkan kebaikan teknologi.

Lalu, mengapa saat ini wirausaha dengan bantuan digital menjadi penting. Karena digitalisasi wirausaha dapat memperoleh banyak manfaat terkait efektif dan efisien yang sebelumnya dibahas. Manfaat tersebut bisa menjadi sebuah strategi bisnis dalam proses wirausaha tersebut. Strategi bisnis yang dimaksudkan disini adalah keunggulan kompetitif, omnichannel, big data, cybersecurity, dan kapasitas digital. Keunggulan kompetitif ini berkaitan dengan kepuasan pelanggan. Yaitu dengan adanya pelayanan next day. Dimana melalui digital, proses ketika pemesanan diterima, produksi, kemudian akhirnya dikirimkan dapat lebih cepat. Ketika produk yang dipesan datang dengan cepat, maka kepuasan pelanggan juga semakin menigkat. Sementara omnichannel adalah upaya untuk mempertemukan atau menghubungkan kegiatan usaha offline dengan kegiatan usaha secara online. Maksudnya yaitu, ketika sebuah kegiatan wirausaha berawal dari sebuah usaha offline dengan toko atau rumahan. Usaha tersebut bisa berkembang melalui media digital, contohnya dengan mendorong usaha tersebut memperluas jangkauannya lewat toko online (e-commerce). Melalui toko online, kegiatan usaha tersebut secara tidak langsung sudah membuka cabang baru namun dengan biaya yang lebih sedikit. Dengan kata lain, usaha tersebut bisa bercabang tanpa harus membayar sebanyak uang sewa untuk toko atau lainnya. Dari dua manfaat yang dijabarkan, wirausaha digital dapat menambah keuntungan dengan adanya upaya peningkatan kepuasan pelanggan dan juga dapat mengurangi beban sewa dengan pemanfaatan toko digital.

Digitalisasi juga tentu akrab dengan informasi, banyaknya informasi yang bisa di akses dapat menjadi sebuah pertimbangan dalam pengambilan keputusan bagi manajemen. Seperti hal nya big data, mampu menyerap berbagai informasi transaksi yang didapat sebagai bahan evaluasi untuk pengambilan keputusan terkait perbaikan suatu proses usaha di masa depan. Kemudian cybersecurity, digital juga memiliki perlindungan bagi informasi penting yang dimiliki sebuah usaha.

Dari pentingnya wirausaha dengan digital, akan muncul peluang dan tantangan apa saja yang akan dihadapi ke depannya. Dinilai dari peluang, dengan teknologi digital sebuah wirausaha dapat meningkatkan pendapatan, terus berkembangnya produk dan layanan baru yang inovatif, serta mendorong pertumbuhan ekonomi. Pendapatan meningkat dengan wirausaha digital, dikarenakan oleh adanya peningkatan pada produktivitas. Produktivitas dapat mengalir secara cepat tidak hanya karena penggunaan teknologi seperti mesin tetapi juga karena manajemen bisa lebih efektif dan efisien karena adanya digitalisasi. Munculnya teknologi yang terus berkembang seiring dengan kebutuhan. Maka akan berkembang pula jenis produk dan layanan yang dihasilkan oleh sebuah kegiatan wirausaha. Contohnya saja layanan ojek online pada saat ini. Dimana layanan ini ada karena perkembangan teknologi digital. Kemudian dari peningkatan pendapatan dan juga munculnya produk atau layanan baru. Dapat mendorong jenis usaha yang terbuka sehingga akan ada pertumbuhan ekonomi.

Sementara dari segi tantangan, wirausaha digital membawa pengaruh besar terhadap penyerapan sumber daya manusia. Wirausaha dengan penggunaan teknologi mesin misalnya. Jika proses produksi yang biasanya dijalankan oleh satu tim berisikan segerombol orang. Dengan adanya mesin ini, bisa saja fungsinya tergantikan sehingga hanya memerlukan satu atau dua orang untuk pengoperasian atau pengawasan kerja mesin tersebut. Akibat dari hal ini adalah timbulnya kesenjangan. Bukan hanya kesenjangan yang timbul dari meningkatnya pengangguran, tetapi juga kesenjangan antara sumber daya manusia yang berkeahlian dengan sumber daya manusia yang tidak memiliki keahlian (berpendidikan rendah). Kesenjangan tersebut karena meningkatnya kebutuhan akan tenaga kerja ahli dibanding dengan tenaga kerja tidak ahli yang menurun.

Dengan adanya kemudahan dan manfaat digital, tidak semua sebuah wirausaha yang berbasis digital tersebut akan sukses. Hal ini dikarenakan perlunya kompetensi juga dalam pengelolaan dan pengoprasian wirausaha digital. Apa saja kompentensi yang harus dimiliki jika ingin menjadi wirausaha digital? Yang pertama adalah komunikasi, seorang wirausaha baik itu dengan digital maupun tidak haruslah pandai dalam berkomunikasi. Wirausaha dituntut untuk menyuarakan idenya berkali-kali, menyakinkan investor dan juga mempromosikan produknya ke pelanggan. Semua itu dilakukan agar produk atau jasanya bisa laku dipasaran. Kedua yaitu finansial, seorang wirausaha haruslah pandai dalam pengendalian. Dalam hal ini, wirausaha harus mampu mengendalikan keuangannya dengan baik. Terutama dalam pengendalian arus kas. Ketiga adalah merk, dimana ini berkaitan dengan citra atau wajah yang dibangun oleh seorang wirausaha. Sebuah merk dikatakan berhasil jika benar-benar melekat di hati pelanggan, baik itu mengenai kualitas barang atau citra dari merk itu sendiri. Keempat yaitu marketing, seorang wirausaha digital sudah seharusnya mampu memanfaatkan dengan baik luasnya informasi yang tersebar dari sebuah digitalisasi bagi pemasaran produknya. Kelima adalah networking, seorang wirausaha digital juga harus mampu mencari relasi terkait perluasan jaringan produknya. Keenam yaitu automation. Ketujuh adalah design, seorang wirausaha digital selain harus mampu memanfaatkan dengan baik luasnya lingkup sebuah digitalisasi. Akan sangat tidak berguna juga, apabila informasi atau pemasaran produk tersebut tidak menarik perhatian pelanggan. Oleh karena itu, wirausaha digital diharapkan juga memiliki kemampuan design untuk mempercantik fungsi dan tampilan produknya. Kedelapan yaitu analitis, maksudnya adalah seorang wirausaha digital yang sudah mudah dan cepat memperoleh informasi terkait proses usahanya harus mampu menganalisis dari informasi yang didapat tersebut. Analisis ini sangat berguna terutama untuk mendeteksi tantangan apa yang akan dihadapi seorang wirausaha digital di masa depan. Kesembilan adalah technical, yaitu seorang wirausaha digital tidak harus dituntut untuk memahami keseluruhan tentang pemrograman. Namun setidaknya, seorang wirausaha digital mampu memahami algoritma dan cara berpikir terstruktur yang dapat berguna dalam pemikiran logis bagi pemecahan masalah yang sangat kompleks sekalipun. Kesepuluh yaitu learning, seorang wirausaha digital sebaiknya mau untuk terus belajar baik dari pengalaman nyata atau dari pengetahuan fisik maupun non fisik (online learning).

Penulis: Ananda Puspitasari, Mahasiswi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Jakarta

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published.